Papua Bangkit Memimpin Dirinya Sendiri

13872650_599147013589525_7127128769441656526_n

Oleh: Rubem Benyamin W. Gwijangge

” Papua Bangkit Memimpin Dirinya Sendiri”

Dalam Dunia Teologi, Nabi dan Nubuat, adalah dua unsur yang melekat satu sama lain. Nabi merupakan orang-orang tertentu yang dipilih Tuhan, untuk menyampaikan pesan-pesan, perintah, larangan dan rencananya kepada manusia yang kemudian disebut dengan Nubuat.

Nubuat adalah rencana Allah bagi manusia, bangsa dan kota-kota tertentu yang disampaikan oleh para Nabi yg kemudian tergenapi.

Nubuat tidak pernah menipu (Habakuk 2:1-4), sebab itu jangan anggap rendah nubuat (1 Tes 5:20), karena Nubuat bersumber dari Roh Kudus (2 Petrus 1:21).

Kelahiran, karya pelayanan, penyiksaan, Penyaliban, Kematian, Kebangkitan dan Kenaikan Yesus Kristus, yang telah mentransformasi sejarah dunia juga telah dinubuatkan pasca kejatuhan manusia pertama (Adam dan Hawa) di taman Eden sampai melalui nabi-nabi besar dalam sejarah Alkitab.

Dalam konteks Papua, Mayoritas Orag Asli Papua (OAP), meyakini kedua pernyataan iman Dominee Izaak Samuel Kijne pada 26 Oktober 1928 di Mei dan 26 Oktober 1965 di Hollandia Bhinen (Abepura) sebagai dua buah Nubuat yg akan tergenapi.

Kedua Nubuat tersebut sdh tak asing bagi mayoritas OAP. Pemerintah RI punya penafsiran yg lain dan OAP pun punya penafsiran lain dr kedua Nubuat tersebut.

Apa Penafsiran Pemerintah NKRI, Apa penafsiran Orang Asli Papua OAP?
Apakah kedua Pernyataan Iman Rev.I.S.Kijne tersebut sebuah nubuat?
Apakah kedua pernyataan tersebut sdh, sedang dan akan tergenapi kelak?
Semuanya diuraikan dalam Buku:

“PAPUA BANGKIT MEMIMPIN DIRINYA SENDIRI”.

Melalui buku ini sy hendak mendiskusikan dan berbagai kepada OAP dan Pemerintah RI tentang apa yg sy pahami tentang Kedua Nubuat I.S.Kijnee bagi masa depan orag asli Papua.

Buku ini segera beredar di pasaran emperan-emperan Tokoh, di persimpangan lampu-lampu merah dan di Bandara.

Harga per buku di penulis Rp.50,000, untuk kota Jayapura. Diluar kota ditambah ongkos kirim.