Lima media di Jayapura terbaik soal bahasa Indonesia

Lima media yang menerima penghargaan dari Balai Bahasa Papua dan Papua Barat ketika foto bersama dengan pemateri dan tim juri, Sabtu, 20 Oktober 2018, di Abepura
Lima media yang menerima penghargaan dari Balai Bahasa Papua dan Papua Barat ketika foto bersama dengan pemateri dan tim juri, Sabtu, 20 Oktober 2018, di Abepura

Lima media tersebut berturut-turut dari peringkat pertama terbaik Jaya TV, kedua Harian Cenderawasih Pos (Cepos), disusul Majalah Lani, Jubi, dan RRI Jayapura.

Jayapura – Lima media massa baik cetak maupun media elektronik di Kota Jayapura meraih peringkat lima terbaik dalam pemartabatan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

Lima media tersebut berturut-turut dari peringkat pertama terbaik Jaya TV, kedua Harian Cenderawasih Pos (Cepos), disusul Majalah Lani, Jubi, dan RRI Jayapura.

Para pemenang pun mendapatkan plakat (sertifikat) dan uang tunai sebesar Rp 10 juta (juara I), Rp 9,5 juta (II), Rp 9 juta (III), Rp 8,5 juta (IV), dan Rp 8 juta untuk peringkat V.

Kegiatan ini merupakan bentuk pengutamaan bahasa Indonesia pada media massa cetak dan elektronik sebagai simbol ideologi negara.

Pemenang diumumkan setelah didatai tiga minggu sebelumnya oleh Balai Bahasa.

Ketua panitia lomba dari Balai Bahasa Papua, Arman, mengatakan ada sembilan media yang mengikuti perlombaan tersebut dan lima terbaik dipilih berdasarkan penilaian tim juri.

“Jurinya ada tiga orang. Satu dari Uncen (Universitas Cenderawasih), satu dari Balai Bahasa, dan satu lagi ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Papua,” kata Arman kepada Jubi di Abepura, Sabtu (20/10/2018).

Ia mengatakan penilaiannya soal bagaimana media massa mengutamakan penggunaan bahasa negara (bahasa Indonesia), ejaan, dan pilihan kata (diksi).

Mantan Pemimpin Redaksi Jubi (Koran Jubi dan www.tabloidjubi.com), Dominggus Arnold Mampioper, mengatakan penghargaan yang diberikan Balai Bahasa Papua dan Papua Barat sekiranya memotivasi media massa di Tanah Papua untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Meski demikian, sebagai provinsi yang memiliki lebih dari 200 bahasa daerah, media di Papua juga harus dapat melestarikan bahasa daerah.

Bahasa daerah merupakan salah satu komponen dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia.

Media massa berperan sebagai sarana edukasi selain memiliki fungsi informasi, hiburan, dan menegakkan demokrasi. Oleh karena itu, peran media sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Salah satu pemateri dalam kegiatan bertajuk “Pemartabatan Penggunaan Bahasa Negara pada Media Massa Cetak dan Elektronik se-Kota Jayapura Tahun 2018” itu, Agus Sri Danardana, mengatakan peran media di Papua dalam pengembangan bahasa Indonesia pada dasarnya sama dengan daerah lainnya.

“Perannya sangat besar, sebagai teladan bagi masyarakat,” kata Danardana kepada Jubi.

Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional diikrarkan oleh pemuda dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, dan Bab XV pasal 36 UUD 1945 sebagai bahasa negara, serta Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. (*)