Solidaritas Mahasiswa Rakyat Papua | Menolak Transmigrasi Papua Bukan Tanah Kosong !

FB_IMG_1541188160397
Solidaritas Mahasiswa Rakyat Papua-TP/Dok.

Orang Asli Papua akan bangkit dan memimpin bangsanya sendiri. Dan itu pun harus mulai terwujud di dalam setiap kepemimpinan di atas tanah ini.

Untuk menjadi Pemimpin no. 1 di negeri ini adalah sebuah kemustahilan bagi orang asli Papua (OAP). Kecuali Papua berdiri sendiri sebagai sebuah negara berdaulat.

Kita masih berada pada Stigma negara ini tetapi kita diberikan Otonomi Khusus OTSUS yang dapat diartikan independent terkontrol. Seharusnya setiap pelaksanaan pemerintahan ditentukan oleh pemerintahan daerah ini sendiri yang telah dikhususkan tersebut.

Dengan demikian kita harus berpola pikir untuk setiap posisi dalam pemerintahan baik eksekutif, legislatif dan yudikatif di Papua bahkan pemerintahan provinsi hingga pemerintahan kampung di pegang 100 persen oleh orang asli Papua.

Pekan dini, sedang digencar persiapan pemilihan calon legislatif baik di pusat, provinsi dan kabupaten. Diharapkan setiap orang Asli Papua untuk memilih anak-anak adat asli Papua untuk menduduki setiap kursi kehormatan tersebut.
Anak adat asli Papua baik laki-laki dan perempuan memiliki integritas, intelek, dan kompeten, untuk menyuarakan dan memperjuangkan Hak Orang Asli Papua.

Tidak pernah ada Orang Asli Papua yang di percayakan menduduki posisi apapun di wilayah provinsi lain. Maka saatnya orang asli Papua pun bertindak untuk menduduki posisi apapun yang ada di tanah Papua.
Ini baru murni otsus itu benar-benar untuk orang Papua tetapi salah pergunakan oleh pihak ke tiga atau semuanya kepenting Individualis. (*)

Mana Suara Orang Asli PAPUA Bukan TANAH KOSONG…!!

 

)*Penulis Adalah Aktivis Gerakan Mahasiswa Papua (GEMPAR)

 

 

One thought on “Solidaritas Mahasiswa Rakyat Papua | Menolak Transmigrasi Papua Bukan Tanah Kosong !”

Komentar ditutup.