Dengan Alasan Apapun, I am still Papua

2018-10-06_08-07-29

Batavia, TP – Pasti seorang anak mudah Papua yang berada di luar Tanah Papua atau (Nyiur Melambai), ketika ditanya bahwa “kamu asalnya dari mana, dan bagaimana keadaan Sumber Daya Alam disana. Dengan bangga pastikan kamu menjawab “saya anak asli pribumi Papua dan panorama alam ku sangat  luar biasa.

Kita juga pasti akan menjawab seperti itu jika kita mendapat pertanyaan yang sama, entah kita berada di daerah lain atau berada di Tanah Melanesia. Kita selalu bangga pada Tanah Papua, tanpa kita tahu apa yang sebenarnya kita membanggakan dari Tanah Papua. Namun ada banyak alasan yang membuat kita bangga pada Tanah Papua, Kultur kita, hasil bumi kita yang berada di laut dan di daratan serta yang berada di dalam bumi, marga satwa dan tumbuhan yang unik, alam kita dan pemandangan yang indah serta kehidupan sosial kita yang masih sangat melekat pada individual setiap Putra/putri Melanesia.

Apakah hanya itu saja yang membuat kita bangga pada Tanah Papua kenapa rasa bangga terhadap Tanah Papua,  kita mulai dari rasa bangga terhadap diri kita sendiri sebagai  anak – anak Papua namun aku bangga ketika aku berbincang-bincang dengan seorang Ibu Dosen, tentang alam Melanesia, Dalam perbincangan tersebut itu ibu menanggapi serius dan mengatakan bahwa “Papua adalah Surga kecil bahkan Dapur Dunia” hingga papua juga sangat jauh bedah dari sisi Budaya, Bahasa, Ras hingga pulau yang sangat terjauh dari negara indonesia.

Setelah perbincangan aku merasa bangga dan aku teringat salah satu lagu yaitu, lagu  yang dinyanyikan oleh salah satu penyanyi asli Papua Edo Kondologit “…Kulit Hitam..Keriting Rambut…Aku Papua…” Anda pasti bangga sebagai anak Papua. dari enam kata itu kita pasti bisa difahami bahwa itulah ciri – ciri orang Papua yang sebenarnya yang tidak dimiliki oleh etnis, manapun yang berada di Negara Indonesia. Namun  ciri – ciri orang Papua yang seperti itu sudah mulai merubah seiring berjalannya waktu dan berubahnya zaman.

Kita bisa bayangkan saja, di masa sekarang sudah hampir 50% anak Papua sengaja merubah ciri Ras Papua yang sebenarnya dengan meluruskan rambutnya hanya dengan satu alasan agar lebih cantik. Bayangkan 20 tahun mendatang, bisa dipastikan keunikan ciri ras Papua, pasti akan punah, dan hanya tinggal 10% saja. Ini merupakan ancaman terbesar dalam diri setiap individualis anak Papua.

Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya kebanggaan kita terhadap Tanah Papua sudah mulai memudar dan tidak utuh lagi seperti jawaban kita yang begitu gagah dan bangga ketika menjawab “saya anak Papua”. sungguh sangat menyedihkan ketika seorang gadis Papua yang telah merubah rambutnya menjadi lurus dan tidak keriting lagi mengatakan “saya bangga memiliki Tanah Papua”, sedangkan dia tidak bangga memiliki ciri Ras Papua. Dia tidak bangga menjadi seorang anak Papua namun dia bangga memiliki Papua, ini adalah hal yang begitu aneh tapi itulah riilnya.

Saya dan anda pasti tidak ingin Ciri Ras Papua hilang begitu saja seperti yang terjadi di Negara – negara lain seperti Amerika dan Australia di mana ciri ras suku Hindian dan suku Aborigin hanya tinggal 10% dari jumlah penduduk negaranya masing – masing. Oleh karena itu marilah kita sama – sama kembali menanam rasa kebanggaan kita terhadap Tanah Papua yang kita mulai dari rasa bangga kita sebagai manusia Papua yang memiliki ciri Ras yang unik yang tidak di miliki oleh etnis lain yang berada di Jawa, Sulawesi dll.

Mari kita pupukkan hitam kulit keriting rambut hingga kita bisa dapat menyongsong kedatangan yang akan dilahir kembali yaitu Merdeka. *(