Salam Pembebasan Nasional Bangsa West Papua!

FB_IMG_1543561788559

Salam Pembebasan Nasional Bangsa West Papua. Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe, Nayaklak. Waaa-waaa.

Pada tanggal 1 Desember 1961, rakyat West Papua telah mendeklarasikan kemerdekaannya. Akan tetapi, deklarasi tersebut tak diakui oleh pemerintahan Indonesia, dan menganggapnya sebagai Negara Boneka buatan Belanda. Pemerintah Indonesia di bawah Soekarno saat itu lantas melakukan aneksasi melalui Trikora yang kemudian mengejawantah menjadi serangkaian operasi militer.

Pada 27 Desember 1949, saat pengakuan kedaulatan Negara Republik Indonesia oleh Belanda, West Papua merupakan koloni tak berpemerintahan sendiri dan diakui demikian oleh PBB dan Belanda, yang pada waktu itu menjadi penguasa administratif kolonialnya.

Belanda yang semestinya bertanggung jawab untuk melakukan dekolonisasi malah menandatangani New York Agreement bersama Indonesia dan Amerika (penengah) terkait sengketa wilayah Papua Barat pada 15 Agustus 1962 tanpa melibatkan Rakyat West Papua.

Perjanjian ini mengatur masa depan wilayah Papua Barat yang terdiri dari 29 Pasal yang mengatur 3 hal, di mana pasal 14-21 tentang Penentuan Nasib Sendiri yang didasarkan pada praktek Internasional (One Person One Vote), serta pasal 12-13 tentang transfer administrasi dari UNTEA kepada Indonesia.

Satu-satunya penentuan nasib sendiri yang dilakukan adalah PEPERA yang TIDAK SAH (1969). TIDAK SAH, karena hanya 1022 orang yang terlibat dalam pemungutan atau kurang dari 0,2% dari populasi Papua. Setelah serangkaian terror dan intimidasi.

Pelaksanaan PEPERA tersebut hanya dicatat di Sidang Umum PBB lewat Resolusi 2504 yang mana tidak disebutkan bahwa PEPERA telah dilaksanakan sesuai dengan New York Agreement maupun prosesnya memenuhi standar “penentuan nasib sendiri” seperti yang diamanatkan oleh Resolusi PBB 1514 dan 1541.

Dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa West Papua, Front Rakyat Indonesia untuk West Papua bersama Aliansi Mahasiswa Papua dan beberapa organisasi lain mengajak semua kalangan pro-demokrasi untuk turut bersolidaritas dalam aksi yang akan digelar di 11 kota yang tertera dalam poster. *(

One thought on “Salam Pembebasan Nasional Bangsa West Papua!”

Komentar ditutup.